Seni kaligrafi tidak
hanya dimiliki oleh Negeri Tirai Bambu (Cina) atau Negeri Sakura (Jepang),
Negeri Ginseng (Korea) pun juga memiliki seni kaligrafi, yaitu dengan
menggunakan huruf Korea (Hangul). Walaupun,
negeri para bintang K-Pop ini juga masih menggunakan aksara Cina (Hanzi) dalam seni kaligrafinya. Karena,
tidak dapat dipungkiri bahwa kaligrafi yang berkembang di Korea mendapatkan
pengaruh dari Tiongkok.
Kaligrafi Korea
merupakan seni tulis tangan dengan keindahannya yang terletak pada garis,
bentuk, karakter, dan energi yang dihasilkan oleh sapuan kuas serta gradasi
warna yang halus. Kaligrafi Korea memiliki dua jenis tradisi, yaitu tradisi
klasik dan kontemporer.
Untuk kaligrafi klasik, cara menulisnya hanya dengan menggunakan kertas putih dan tinta hitam, seperti yang ada di drama-drama Kerajaan Korea (Scarlet Heart Ryeo, The Moon That Embraces The Sun, Hwarang The Beginning, dan masih banyak lagi). Sedangkan, untuk kaligrafi kontemporer cara menulisnya lebih bervariasi, yaitu bisa menggunakan berbagai macam alat tulis, seperti spidol, pensil warna, ataupun kertas origami.
Untuk kaligrafi klasik, cara menulisnya hanya dengan menggunakan kertas putih dan tinta hitam, seperti yang ada di drama-drama Kerajaan Korea (Scarlet Heart Ryeo, The Moon That Embraces The Sun, Hwarang The Beginning, dan masih banyak lagi). Sedangkan, untuk kaligrafi kontemporer cara menulisnya lebih bervariasi, yaitu bisa menggunakan berbagai macam alat tulis, seperti spidol, pensil warna, ataupun kertas origami.
Kaligrafi diatas
bertuliskan namaku “Istiana Fauzi”, kaligrafi tersebut dituliskan oleh Mr. Oh
Min-jun dan Mr. Han Joo-yeop dari National
Hangul Museum ketika aku mengikuti kegiatan Korea Culture Academy di King Sejong Institut Jakarta, yang
berlokasi di Universitas Nasional, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Menurut penjelasan Mr. Oh dan Mr. Han, seni kaligrafi Korea memiliki ciri khas dan makna di dalamnya, yaitu menggambarkan falsafah hidup dan kepribadian orang Korea atau tentang perasaan mereka saat itu.
Menurut penjelasan Mr. Oh dan Mr. Han, seni kaligrafi Korea memiliki ciri khas dan makna di dalamnya, yaitu menggambarkan falsafah hidup dan kepribadian orang Korea atau tentang perasaan mereka saat itu.
Korea telah
menghasilkan banyak ahli kaligrafi, khususnya Kim Jeong-hui (1786-1856) yang
dikenal karena memiliki gaya tersendiri atau disebut gaya Chusache atau Chusa (Chusa adalah nama samarannya). Hasil karyanya
sangat memukau bahkan dipuji oleh para ahli dari Tiongkok pada zaman itu. Unsur
artistik modern indah yang dimilikinya masih dikagumi hingga saat ini.
Follow me on
Youtube (https://www.youtube.com/channel/UCbuGabNtGiFnwUihjk0Ss_w)
Instagram (@fauzistiana)
Facebook (Istiana Fauzi)
Twitter (@FauzIstiana10)
Source: korea.net; seleb.tempo.co
Tidak ada komentar:
Posting Komentar