1) Baekje Cultural Land
Lokasi syuting drama
Korea favoritku yang pertama adalah Baekje Cultural Land. Lokasi syuting drama
yang dibintangi oleh Lee Junki, IU, dan aktor terkenal lainnya ini, yaitu
Scarlet Heart Ryeo atau Moon Lovers hampir 60% berada di Baekje Cultural Land,
sebuah tempat untuk mengenang segala budaya dan sejarah Kerajaan Baekje.
Walaupun, cerita dalam drama Scarlet Heart Ryeo ini berlatarbelakang pada masa
Kerajaan Goryeo.
Di dalam Baekje
Cultural Land terdapat istana yang memiliki nama Sabigung. Tidak hanya istana, di tempat ini juga dibangun kuil
representatif dari Kerajaan Baekje yang bernama kuil Neungsa. Selain itu, di tempat ini juga ada Benteng Wiryeseong yang menjadi benteng pada
masa Kerajaan Baekje di Era Hanseong.
Saat melewati pintu
gerbang yang bernama Daetongmun,
pengunjung akan dibiarkan menikmati The
Five-story Stone Pagoda. Selain menikmati suasana bagaikan kembali ke masa
Kerajaan Baekje, sebuah resort bernama Lotte
Buyeo Resort juga menawarkan berbagai program menarik, seperti program
edukasi dan hiburan di tempat yang penuh budaya ini.
Baekje Cultural Land
terletak di Baekjemun-ro, Gyuam-myeon, Buyeo, Chungcheongnam-do, Korea Selatan.
2) The Garden of Morning Calm
Lokasi syuting drama
Korea favoritku yang kedua adalah The
Garden of Morning Calm. Lokasi yang menjadi tempat syuting drama Korea,
seperti Moonlight Drawn by Clouds, Ruler Master of The Mask, You Are Beautiful,
dan I Am Not A Robot, hhmm dan mungkin masih ada lagi drama-drama Korea lainnya
yang menjadikan tempat ini sebagai lokasi syutingnya (tapi yang aku tahu hanya
itu saja hehe).
The
Garden of Morning Calm adalah sebuah kebun yang
mempertunjukkan keindahan taman khas Korea melalui alam yang masih murni yang
terletak di Gunung Chungcheongsan. Nama Morning
Calm diambil dari puisi karya Sir Tagore dari India, yang menggambarkan
Korea sebagai “A Land of The Morning
Calm” dan dianggap sebagai kebun terbaik di Korea. Taman ini di desain oleh
Profesor Han San-kyung dari Universitas Sahmyook pada tahun 1996 dengan ambisi
untuk menyebarkan pengertian dan konsep bangsa Korea tentang keindahan. Taman
ini adalah suatu ruang yang sangat artistik, yang didasarkan pada konsep
asimetri dan keseimbangan.
The
Garden of Morning Calm dibagi menjadi 22 kebun yang
memiliki tema dan makna yang berbeda di setiap bagiannya, di mana setiap kebun
terhubung dengan petak bunga dan padang rumput hijau atau jalan setapak
lainnya. Seperti, The Garden of Plants yang
merupakan kebun bagi sekitar 1,000 spesies bunga yang ada dari seluruh Korea.
Kemudian ada, Sukgeun Garden yang
berbentuk menyerupai Semenanjung Korea, dimana di setiap sisi area ini tumbuh
mekar bunga-bunga yang merepresentasikan keinginan untuk menyatukan Korea
Selatan dan Korea Utara.
Salah satu spot
terpopuler di antara para turis adalah kolam Seohwayeon yang merupakan sebuah kebun air nan indah yang menjadi
tempat syuting drama Korea. Taman ini mempunyai keindahan yang khas di setiap
musimnya, seperti ketika di musim gugur, kamu dapat melihat area pegunungan
yang berwarna indah yang ditutupi oleh daun berwarna-warni. Di musim semi,
lembah beku akan meleleh ke dalam air yang mengalir dan terdengar suara
nyanyian burng-burung. Di musim panas, pohon-pohon menjadi lebih hijau dan
bunga-bunga abadi akan bermekaran. Di musim salju, setiap malamnya arboretum
akan menampilkan cahaya warna-warni dengan tema yang berbeda di seluruh taman.
The Garden of Morning Calm terletak di Sumogwon-ro, Sang-myeon, Gapyeong-gun, Gyeonggi-do, Korea Selatan.
3) Myeongdong
Jika kota Jakarta
memiliki Tanah Abang sebagai pusat perbelanjaan populer di Asia Tenggara, kota
Seoul juga memiliki Myeongdong sebagai pusat perbelanjaan populer dan menjadi
pusat kuliner tersibuk di Seoul yang wajib dikunjungi oleh wisatawan dalam atau
luar negeri untuk mencoba berbagai macam makanan khas Korea.
Di Myeongdong ada
banyak pedagang yang bisa menyapa dengan beberapa bahasa asing dan ada banyak
pula vendor makanan yang memberi penjelasan dalam bahasa Inggris, Cina, dan
Jepang. Bahkan beberapa diantaranya bisa menggunakan bahasa Arab dan Melayu.
Makanan yang dijual di
Myeongdong yang paling terkenal dan wajib dicoba oleh wisatawan adalah makanan
tradisionalnya, seperti Hotteok, pancake khas Korea yang di dalamnya terdapat
isian gula, madu, atau kacang. Hotteok identik dengan kue musim dingin, dimana
orang Korea biasanya menikmati Hotteok hangat ketika cuaca dingin.
Kemudian ada
Gyeran Ppang, roti khas Korea dengan toppingan telur utuh yang dimasak setengah
matang.
Lalu Bbopgi, cemilan manis yang terbuat dari baking soda dan gula
merah.
Selanjutnya ada Eomuk, semacam fishcake yang direbus kemudian disajikan
dengan kuah kaldu lobak dan biasanya ditambah dengan kecap asin.
Lalu
Bungeoppang, roti berbentuk ikan yang mempunyai rasa manis dan bertekstur
seperti waffle, di dalamnya berisi kacang merah.
Kemudian Dakkochi, sate ayam
ala Korea yang memiliki dua varian rasa, yaitu bumbu saus manis dan pedas.
Dan
yang terakhir adalah makanan khas Korea yang sudah sangat terkenal hingga
mancanegara, yaitu Tteokbokki, kue beras yang dimasak dengan Gochujang dan
ditambah dengan Odeng.
Tidak hanya makanan
tradisional, Myeongdong juga ada makanan modern, seperti aneka jajanan seafood
goreng atau disebut dengan Twigim. Di mana, hampir semua harga makanan tersebut
dijual dengan harga 1,000 hingga 5,000 won (1,000 won = 13,000 ribu).
Walaupun di Myeongdong
selalu ramai pegunjung, tapi tidak ada sampah yang berserakan. Hal ini bisa
terjadi karena ada aturan ketat tentang sampah di jalanan Myeongdong “tidak boleh membuang sampah sembarangan”.
Jadi setelah makan, para pengunjung boleh mengembalikkan sampahnya kepada
penjual di tempat mereka membeli makanan itu. Karena di setiap gerobak penjual
dilengkapi dengan plastik untuk sampah.
Myeongdong terletak di Myeongdong-gil,
Jung-gu, Seoul, Korea Selatan.
Follow me on
Youtube (https://www.youtube.com/channel/UCbuGabNtGiFnwUihjk0Ss_w)
Instagram (@fauzistiana)
Facebook (Istiana Fauzi)
Twitter (@FauzIstiana10)
Sources:
m.detik.com; idntimes.com; m.kumparan.com; KTO Jakarta; morningcalm.co.kr
Tidak ada komentar:
Posting Komentar