Senin, 10 Juni 2019

Tempat Wisata di Korea (Lokasi Syuting Drama Korea)


     1)    Baekje Cultural Land

     Lokasi syuting drama Korea favoritku yang pertama adalah Baekje Cultural Land. Lokasi syuting drama yang dibintangi oleh Lee Junki, IU, dan aktor terkenal lainnya ini, yaitu Scarlet Heart Ryeo atau Moon Lovers hampir 60% berada di Baekje Cultural Land, sebuah tempat untuk mengenang segala budaya dan sejarah Kerajaan Baekje. Walaupun, cerita dalam drama Scarlet Heart Ryeo ini berlatarbelakang pada masa Kerajaan Goryeo.
     Di dalam Baekje Cultural Land terdapat istana yang memiliki nama Sabigung. Tidak hanya istana, di tempat ini juga dibangun kuil representatif dari Kerajaan Baekje yang bernama kuil Neungsa. Selain itu, di tempat ini juga ada Benteng Wiryeseong yang menjadi benteng pada masa Kerajaan Baekje di Era Hanseong.
     Saat melewati pintu gerbang yang bernama Daetongmun, pengunjung akan dibiarkan menikmati The Five-story Stone Pagoda. Selain menikmati suasana bagaikan kembali ke masa Kerajaan Baekje, sebuah resort bernama Lotte Buyeo Resort juga menawarkan berbagai program menarik, seperti program edukasi dan hiburan di tempat yang penuh budaya ini.
     Baekje Cultural Land terletak di Baekjemun-ro, Gyuam-myeon, Buyeo, Chungcheongnam-do, Korea Selatan.

      2)    The Garden of Morning Calm

     Lokasi syuting drama Korea favoritku yang kedua adalah The Garden of Morning Calm. Lokasi yang menjadi tempat syuting drama Korea, seperti Moonlight Drawn by Clouds, Ruler Master of The Mask, You Are Beautiful, dan I Am Not A Robot, hhmm dan mungkin masih ada lagi drama-drama Korea lainnya yang menjadikan tempat ini sebagai lokasi syutingnya (tapi yang aku tahu hanya itu saja hehe).
     The Garden of Morning Calm adalah sebuah kebun yang mempertunjukkan keindahan taman khas Korea melalui alam yang masih murni yang terletak di Gunung Chungcheongsan. Nama Morning Calm diambil dari puisi karya Sir Tagore dari India, yang menggambarkan Korea sebagai “A Land of The Morning Calm” dan dianggap sebagai kebun terbaik di Korea. Taman ini di desain oleh Profesor Han San-kyung dari Universitas Sahmyook pada tahun 1996 dengan ambisi untuk menyebarkan pengertian dan konsep bangsa Korea tentang keindahan. Taman ini adalah suatu ruang yang sangat artistik, yang didasarkan pada konsep asimetri dan keseimbangan.
     The Garden of Morning Calm dibagi menjadi 22 kebun yang memiliki tema dan makna yang berbeda di setiap bagiannya, di mana setiap kebun terhubung dengan petak bunga dan padang rumput hijau atau jalan setapak lainnya. Seperti, The Garden of Plants yang merupakan kebun bagi sekitar 1,000 spesies bunga yang ada dari seluruh Korea. Kemudian ada, Sukgeun Garden yang berbentuk menyerupai Semenanjung Korea, dimana di setiap sisi area ini tumbuh mekar bunga-bunga yang merepresentasikan keinginan untuk menyatukan Korea Selatan dan Korea Utara.
     Salah satu spot terpopuler di antara para turis adalah kolam Seohwayeon yang merupakan sebuah kebun air nan indah yang menjadi tempat syuting drama Korea. Taman ini mempunyai keindahan yang khas di setiap musimnya, seperti ketika di musim gugur, kamu dapat melihat area pegunungan yang berwarna indah yang ditutupi oleh daun berwarna-warni. Di musim semi, lembah beku akan meleleh ke dalam air yang mengalir dan terdengar suara nyanyian burng-burung. Di musim panas, pohon-pohon menjadi lebih hijau dan bunga-bunga abadi akan bermekaran. Di musim salju, setiap malamnya arboretum akan menampilkan cahaya warna-warni dengan tema yang berbeda di seluruh taman.
     The Garden of Morning Calm terletak di Sumogwon-ro, Sang-myeon, Gapyeong-gun, Gyeonggi-do, Korea Selatan.

      3)    Myeongdong

     Jika kota Jakarta memiliki Tanah Abang sebagai pusat perbelanjaan populer di Asia Tenggara, kota Seoul juga memiliki Myeongdong sebagai pusat perbelanjaan populer dan menjadi pusat kuliner tersibuk di Seoul yang wajib dikunjungi oleh wisatawan dalam atau luar negeri untuk mencoba berbagai macam makanan khas Korea.
     Di Myeongdong ada banyak pedagang yang bisa menyapa dengan beberapa bahasa asing dan ada banyak pula vendor makanan yang memberi penjelasan dalam bahasa Inggris, Cina, dan Jepang. Bahkan beberapa diantaranya bisa menggunakan bahasa Arab dan Melayu.
     Makanan yang dijual di Myeongdong yang paling terkenal dan wajib dicoba oleh wisatawan adalah makanan tradisionalnya, seperti Hotteok, pancake khas Korea yang di dalamnya terdapat isian gula, madu, atau kacang. Hotteok identik dengan kue musim dingin, dimana orang Korea biasanya menikmati Hotteok hangat ketika cuaca dingin.
Kemudian ada Gyeran Ppang, roti khas Korea dengan toppingan telur utuh yang dimasak setengah matang.
Lalu Bbopgi, cemilan manis yang terbuat dari baking soda dan gula merah.
Selanjutnya ada Eomuk, semacam fishcake yang direbus kemudian disajikan dengan kuah kaldu lobak dan biasanya ditambah dengan kecap asin.
Lalu Bungeoppang, roti berbentuk ikan yang mempunyai rasa manis dan bertekstur seperti waffle, di dalamnya berisi kacang merah.
Kemudian Dakkochi, sate ayam ala Korea yang memiliki dua varian rasa, yaitu bumbu saus manis dan pedas.
Dan yang terakhir adalah makanan khas Korea yang sudah sangat terkenal hingga mancanegara, yaitu Tteokbokki, kue beras yang dimasak dengan Gochujang dan ditambah dengan Odeng.
Tidak hanya makanan tradisional, Myeongdong juga ada makanan modern, seperti aneka jajanan seafood goreng atau disebut dengan Twigim. Di mana, hampir semua harga makanan tersebut dijual dengan harga 1,000 hingga 5,000 won (1,000 won = 13,000 ribu).
     Walaupun di Myeongdong selalu ramai pegunjung, tapi tidak ada sampah yang berserakan. Hal ini bisa terjadi karena ada aturan ketat tentang sampah di jalanan Myeongdong “tidak boleh membuang sampah sembarangan”. Jadi setelah makan, para pengunjung boleh mengembalikkan sampahnya kepada penjual di tempat mereka membeli makanan itu. Karena di setiap gerobak penjual dilengkapi dengan plastik untuk sampah.
     Myeongdong terletak di Myeongdong-gil, Jung-gu, Seoul, Korea Selatan.


Follow me on
Youtube (https://www.youtube.com/channel/UCbuGabNtGiFnwUihjk0Ss_w)
Instagram (@fauzistiana)
Facebook (Istiana Fauzi)
Twitter (@FauzIstiana10)

Sources: m.detik.com; idntimes.com; m.kumparan.com; KTO Jakarta; morningcalm.co.kr

Tidak ada komentar:

Posting Komentar